Home / BERITA UTAMA / Polije Tumbuhkan Kreatifitas Warga Rejoagung,  Olah Limbah Kulit Jeruk Menjadi Minyak Atsiri

Polije Tumbuhkan Kreatifitas Warga Rejoagung,  Olah Limbah Kulit Jeruk Menjadi Minyak Atsiri

Tim Pengabdian Polije bersama warga Rejoagung
Tim Pengaabduan Polije menyeragkan bantuan alat Distilasi kepada Ketua kelompok Tani Bakti Agung

Jember- Buah Jeruk adalah buah yang sering kita lihat sehari-hari dan kita manfaatkan untuk kita makan sebagai makanan berserat atau makanan tambahan setelah menu utama, yaitu nasi. Buah jeruk terkenal sebagai buah yang mempunyai rasa yang menyegarkan dan banyak mengandung nilai gizi yang menyehatkan bagi tubuh kita.

Di wilayah kabupaten Jember  pada tahun 2004 kabupaten Jember memiliki jumlah baru jeruk sebanyak 409.760 pohon, dan tanaman jeruk yang menghasilkan sebanyak 5.930.322 pohon tersebar di 31 kecamatan. Untuk Kecamatan Semboro sendiri sebanyak 397.250 tanaman jeruk yang memiliki potensi dan menghasilkan.

Ketua Kelompok Program Pengabdian Kepada Masyarakat dari Politeknik Negeri Jember Aditya Wahyu Pratama menerangkan, salah satu kelompok Tani Pengelola tanaman Jeruk di desa Rejoagung Kecamatan Semboro yaitu Kelompok Tani Bakti Agung. Kelompok Tani Bakti Agung  ini merupakan kelompok tani yang bergerak di bidang pengelolaan buah jeruk mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, sampai pemanenan buah jeruk tersebut dan distribusi buah jeruk sampai ke pasar utama dan pengepul utama.

“Masalah buah jeruk yang gagal panen seperti sudah jatuh sendiri dari pohon sebelum dipanen, dan buah jeruk busuk banyak berserakan di sekitar tanaman buah jeruk tersebut. Dan akhirya buah jeruk yang gagal panen tersebut dibuang. Buah jeruk yang gagal panen dalam 1 hektar bisa mencapai 100-200 kg,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain buah jeruk yang gagal panen, ada buah jeruk tester maksudnya buah jeruk sebelum dipanen di tes dahulu dengan dicicipi sampai sejauh mana kualitas buah jeruk tersebut. Sehingga timbulah permasalahan sampah kulit buah jeruk. Dalam 1 hektar buah jeruk untuk tester bisa mencapai 30-40 kg limbah kulit jeruk yang dihasilkan.

“Maka perlu adanya pengolahan buah jeruk gagal panen dan limbah kulit jeruk  tersebut untuk bisa bermanfaat,” ujar Aditya.

Sehingga perlu adanya pengolahan Limbah Kulit jeruk menjadi minyak atsiri yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar desa Rejoagung tersebut.

Tim ini diketuai Aditya Wahyu Pratama,ST.,MT, dosen jurusan teknik, dengan anggota M.Ardiansyah Surya Negara.,S.Si.,M.Si, dosen jurusan Teknik industry Pangan, dan Vigo Dewangga.,SS.,M.Pd, Dosen jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata, beserta 2 orang mahasiswa Politeknik Negeri Jember.

M.Ardiansyah menjelaskan, Kegiatan ini terdiri dari 3 tahap. Tahap yang pertama adalah survey lahan dimana terdapat kulit jeruk yang dibuang. Tahap kedua adalah proses pembuatan alat Distilasi minyak atsiri dan proses pengeringan kulit jeruk. Tahap yang ketiga adalah sosialisasi Pelatihan Pembuatan minyak Atsiri dari limbah kulit Jeruk.

Sementara itu, Vigo Dewangga sebagai anggota Tim yang mempunyai keahlian berkomunikasi dengan masyarakat sekitar menuturkan, bahwa perlu adanya pendekatan secara intensif untuk mensosialisasikan kegiatan pelatihan tersebut.

“Karena sangat berguna untuk menumbuhkan potensi dari kreatifitas masyarakat Desa Rejoagung khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian keluarga. Dimana harga jual jeruk sekarang mengalami penurunan,” kata Vigo.

Di sesi akhir kegiatan, M.Ardiansyah Suryanegara menjelaskan, bahwa kegunaan dan manfaat minyak Atsiri itu banyak sekali salah satunya adalah sebagai aroma terapi, bahan untuk pijat terapi, dan untuk obat herbal oles dari gangguan nyamuk. Minyak atsiri diproses dengan proses Distilasi yaitu penyulingan kulit jeruk dengan suhu tinggi kemudian didinginkan dengan kondensasi dan terakhir menghasilkan produk minyak atsiri dari limbah kulit jeruk.

Kegiatan ini ditutup dengan serah terima secara simbolis alat Distilasi kepada Ketua kelompok Tani Bakti Agung,  Liman Sugito oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember. (go/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Lawan Covid-19, Universitas Jember Bagi-Bagi Masker

Jember – Rektor Universitas Jember Iwan Taruna, bersama Pusat Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *