Home / BERITA UTAMA / Polije Tingkatkan Mutu Kopi Ose dengan Sistem Pengolahan Basah Kopi

Polije Tingkatkan Mutu Kopi Ose dengan Sistem Pengolahan Basah Kopi

Jember-Dalam rangka mewujudkan kopi petani berkualitas, Polije melihat pengolahan kopi sistem basah perlu ditingkatkan. Untuk itu Tim Pengabdian Polije yang diketuai Tanti Kustiari dengan anggota Ujang Setyoko melakukan kegiatan fasilitasi bahan material bangunan dan pelatihan secara terintregasi.

Ketua pelaksana tim pengabdian Tanti menjelaskan, kegiatan yang dibiayai program BOPTN Polije tersebut, memberikan fasilitas material pipa paralon untuk perbaikan saluran air di unit pengolahan hasil (UPH) kopi dan memberikan pelatihan pemasaran produk kopi pada Kelompok Tani Sejahtera bersama Desa Kemiri, Kecamatan Panti Kabupaten Jember.

“Kami mengganti penggunaan selang plastik dengan instalasi pipa paralon, agar tidak mudah rusak, aliran air lebih lancar, mudah dalam perbaikan dan debit air lebih besar,” ujar Tanti.

Tanti menambahkan, penggantian selang plastik dengan instalasi pipa paralon yang di fasilitasi sepanjang 4 km. Pipa paralon berukuran antara 1.5 hingga 4 dim.

Pemilik UPH mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2018 tersebut, menurutnya, selama ini kebutuhan air pabrik diperoleh dari sumber mata air yang sangat jauh dengan menggunakan selang plastik dan sering mengalami banyak kebocoran.
Pihaknya sangat antusias dengan adanya program hibah perbaikan saluran air.

“Kini, dengan adanya bantuan, fasilitasi debit air diperbesar dan ketersediaan air di pabrik ditingkatkan, diharapkan UPH kecukupan air pada proses fermentasi dan pencucian kopi akan meningkatkan mutu kopi,” ujarnya.

Sementara itu Ujang Setyoko menerangkan, Kopi mempunyai sifat higroskopis sehingga kualitas air dalam proses fermentasi dan pencucian sangat menentukan citarasa kopi yang dipasarkan.

“Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan pemasaran kopi olah basah dengan memanfaatkan media sosial pada petani kopi dan anak-anaknya yang telah remaja,” tandas Ujang.

Tanti Kustiari melanjutkan, kelompok tani memiliki potensi kopi kuantitas dan kualitas yang baik sehingga membuka peluang pasar kopi lokal dan nasional oleh karenanya perlu didorong memasarkan secara luas dengan media sosial.

Lebih lanjut dikatakan, kelompok petani sejahtera perlu memanfaatkan fasilitas handpone yang dimiliki. Memaksimalkan manfaat multi fungsi handpone yaitu penggunaan yang diperluas sebagai media memasarkan kopi miliknya.

“Fungsi handpone selama ini terbatas penggunaanya sebagai alat komunikasi pribadi, yang perlu diperluas menjadi sarana memasarkan hasil produksi kopi miliknya,” pungkas Tanti.

Bagikan Ke:

Check Also

Konten Asusila Disebarluaskan, ASN di Jember Lapor Polisi

JEMBER – Karena sering diancam  konten asusila akan disebarluaskan, SM (47) seorang perempuan yang berprofesi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *