Home / BERITA UTAMA / PT BSI Kelola Tambang Emas Ramah Lingkungan di Tumpang Pitu Banyuwangi

PT BSI Kelola Tambang Emas Ramah Lingkungan di Tumpang Pitu Banyuwangi

Banyuwangi – Penambangan emas oleh Perusahaan pertambangan emas Tujuh Bukit, PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Gunung Tujuh Bukit (Tumpang Pitu) di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, dapat disebut sebagai kawasan tambang ramah lingkungan. Konsep terpenting BSI adalah bagaimana sebuah perusahaan dikelola dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. 

Senior Manager External Affairs PT Bumi Suksesindo (BSI) Sudarmono menjelaskan, aspek tersebut telah sesuai standar nasional maupun internasional, meliputi pengelolaan lingkungan, pemantauan lingkungan, rehabilitasi lahan dan pengendalian sedimen.

“Proses pelarutan biji emas tidak menggunakan merkuri tetapi menggunakan sianida dengan metode heap leach atau pelindihan. Metode ini dipandang sebagai metode yang jauh lebih aman untuk memproduksi emas, karena tidak melibatkan limbah dan pembuangan tambang,” ujar Sudarmono. Selasa (2/7/2019).

Senior Manager External Affairs PT Bumi Suksesindo (BSI) Sudarmono

Proses ini juga tidak menghasilkan tailings seperti di beberapa tambang lainnya di Indonesia, karena sianida yang disiramkan akan jatuh dan ditampung untuk digunakan kembali, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Pihaknya mengaku berkomitmen menjalankan program reklamasi. Sejak pertama dibuka 2015, hingga Maret 2019, PT BSI telah menyelesaikan reklamasi seluas 34,9 hektare. “Kami melaksanakan kegiatan reklamasi secara progresif, termasuk menghijaukan kembali bekas penambangan,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen PT BSI untuk  menjadi perusahaan tambang yang taat aturan. “Pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab, taat hukum, dan menerapkan prinsip-prinsip penambangan yang baik merupakan tekad kami,” katanya.

Sementara itu Corporate Communications Manager PT BSI, Teuku Mufizar Mahmud yang akrab dipanggil Mufi ini menerangkan, teknologi ini ramah lingkungan, karena batu-batuan emas yang disiram air reagen dilapisi 7 lapisan Plastik HDPE,  agar tidak tembus ke lapisan air tanah.

Untuk memastikan air bekas pengolahan tidak mencemari lingkungan, BSI membuat penampungan khusus yang dinamakan storm water pond untuk mengolah dan mencuci air pengolahan tersebut.

“Jadi air dari daerah plastik ini masuk ke dam yang juga ada plastiknya. Kami masih ada 5 dam penampungan lain untuk pengendalian lingkungan dan sedimentasi sehingga saat air itu kita lepas, sudah jernih dan sesuai dengan baku mutu,” jelas Mufi.

PT BSI terus mengembangkan program-program kemasyarakatan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Program-program ini memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur.

“Untuk program sosial, kami memilih program-program yang berkesinambungan dan bermanfaat bagi masyarakat, masyarakat sekitar juga diberi pendampingan bisnis, pelatihan dan penjualan, hingga nantinya menjadi masyarakat yang mandiri,” pungkasnya. (sal)

Check Also

Polije Tingkatkan Potensi Bahasa Inggris Siswa Madrasah Aliyah As-Shofa Melalui Aplikasi Duolingo

Jember – Dosen Politeknik Negeri Jember (POLIJE) Vigo Dewangga, Michael Joko Wibowo, dan Nila Susanti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *