Home / POLITIK DAN PEMERINTAHAN / RDP Ayub Khan, Warga Jember Usulkan Lagi Penataran P4

RDP Ayub Khan, Warga Jember Usulkan Lagi Penataran P4

Jember- Senator Senayan dari Partai Demokrat, Ayub Khan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) empat pilar kebangsaan pada 27 April 2018. RDP dilaksanakan di Desa Serut Kecamatan Panti kabupaten Jember. Sejumlah tokoh dan masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ayub menjelaskan, dalam sejarah berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat lahirnya Pancasila, semangat toleransi dan kebersamaan menjadi bagian dari pondasi ruh kebangsaan. Lahirnya Pancasila didasari dengan adanya Piagam Jakarta.

“Jadi ruh toleransi untuk membangkitkan kesadaran akan keberagaman bangsa sangat kuat,” kata Ayub.

Hadir sebagai narasumber dalam RDP tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Moch Sroedji, Hj Sudaryati, SH, MH. Ia memaparkan, empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka tunggal Ika merupakan sesuatu yang tak bisa dipisahkan dalam pondasi berbangsa dan bernegara

“Revolusi mental yang diajarkan Presiden Jokowi dalam butir-butir Pancasila harusnya diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sejak dini. Contohnya kejujuran, gotong royong saling membantu dan musyawarah mufakat,” ujar Sudaryati.

Menariknya masyarakat setempat mempertanyakan kegiatan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) yang sudah hilang. Mereka menilai, Penataran P4 begitu penting, sehingga mengusulkan diadakannya lagi penataran P4.

Terkait itu, Sudaryati menjelaskan, nilai-nilai Pancasila yang pernah tertanam secara kokoh dan kuat pada peserta didik melalui penataran P4 secara massif dan terstruktur melalui sekolah selama masa Orde Baru sudah mulai hilang.

Oleh karena itu, menurut Sudaryati, penting untuk menerapkan kembali penataran P4 di sekolah. Melalui implementasi P4 di sekolah, diharapkan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat tertanam secara kokoh dan kuat pada peserta didik. Sehingga kedepan, kita tidak akan lagi melihat ada siswa yang tawuran, melakukan intimidasi dan kekerasan kepada sesama kawan, tidak toleran, menjadi penggunaan Narkotika dan segala perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Justru yang akan nampak adalah peserta didik yang taat pada aturan agama, mempunyai jiwa humanisme yang kuat sehingga dapat berbuat adil dan beradab, cinta kepada bangsa dan negara, mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan, serta berbuat kebajikan untuk mewujudkan keadilan dalam masyarakat. Tentu, kemasan penataran P4 harus lebih aktual.

Ayub Khan berharap, masyarakat Panti, terutama tokoh dan pemangku jabatan di wilayah setempat, harus lebih menjiwai dan melaksanakan nilai nilai luhur Pancasila, memahami UUD 45, memaknai Bhineka Tunggal Ika, serta untuk mewujudkan dan menjaga keutuhan NKRI.

“Kita harus berada di garis depan untuk menjaga keutuhan NKRI,” pungkas Ayub.

Kegiatan RDP semakin meriah saat Ayub memberikan hadiah pada siswa siswi PAUD yang hafal Pancasila. (sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Ribuan Mahasiswa Kepung DPRD Jember, Tolak UU Cipta Kerja

Jember – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat menggelar aksi menolak UU Cipta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *