Home / BERITA UTAMA / Sangrai Kopi Berbasis Teknologi, Naikkan Omset Dua Kali Lipat

Sangrai Kopi Berbasis Teknologi, Naikkan Omset Dua Kali Lipat

Jember- Kopi merupakan komoditas unggulan Indonesia yang mendunia, lebih dari 95% adalah kopi rakyat (smallholders coffe). Produktifitas kopi Indonesia yang sudah sangat dikenal pasar luar negeri antara lain Arabica Sumatra, Jawa, Bali dan Sulawesi yang telah menjadi andalan karena memiliki cita rasa yang khas.

Provinsi Jawa Timur mengalami surplus kopi sebesar 73 ribu ton pada tahun 2014 dengan kemungkinan akan naik setiap tahun, salah satu wilayah pemasok kopi terbesar adalah kabupaten Jember.

Industri pengolahan kopi nasional belum optimal karena hanya 20% total produksi kopi di Indonesia yang diolah menjadi kopi olahan (kopi bubuk, kopi instan, kopi mix), dan 80% masih dalam bentuk kopi biji kering (cofffe beans).

Sebagian kecil dari 20 % adalah produsen kopi olahan yang pelakunya adalah perorangan dan kelompok kecil dengan mutu dan harga rendah. Omah Kopi, salah satu dari prrodusen kecil kopi olahan yang terletak di desa Patrang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember, bergerak bidang kopi sangrai (Coffee Roasted) dan kopi bubuk (Ground Coffee) spesialis kopi arabika, yang memulai usahanya dengan berawal dari sangrai kopi cara tradisional menggunakan wajan gerabah sejak tahun akhir tahun 2016 dengan kemampuan sangrai kopi cara tradisional hingga 1,5 kg per jam dan maksimal perhari hanya 3 kali produksi dengan warna kopi hasil sangrai yang belum seragam dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tenaga pengajar dari Politeknik Negeri Jember (Polije) ini, dimulai dengan memberikan edukasi mengenai hasil pengolahan pasca panen yang diminati pasar saat ini. Tahap selanjutnya adalah pelatihan atau pendampingan dan persiapan bahan dan alat, hingga yang mitra pengabdian siap untuk memulai hal yang baru dengan memproduksi kopi olahan dengan teknologi yang jauh lebih maju.

Pemilik Omah Kopi, Slamet menuturkan, dengan adanya Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Jember tahun 2018  diharapkan mampu meningkatkan produksi kopi Omah Kopi.

“Dengan adanya mesin sangrai kopi berbasis teknologi ini mampu menyangrai kopi hingga 3kg per jam bahkan sehari mampu 8kg kopi sangrai, kapasitas produksi tersebut naik hingga 2 kali lipat lebih dari sebelumnya,” kata Slamet

Omah Kopi sendiri memproduksi kopi jenis arabika dan robusta dengan spesialis kopi arabika kemiren jaran goyang banyuwangi, Produk arabika jenis jaran goyang memiliki cita rasa khas kemiren banyuwangi Jawa Timur.

Seperti diketahui kegiatan PKM diketuai Andik Irawan dan beranggotakan Dicky Adi Tyagita dan Dhanang Eka Putra yang sumber dana kegiatannya dari DRPM

Ketua pelaksana kegiatan PKM Andik Irawan berharap, agar teknologi yang digunakan dalam kegiatan produksi Omah Kopi menjadi teknologi pendukung dalam peningkatan kapasitas produksi.

“Selain bahan baku utama arabika kemiren jaran goyang banyuwangi dengan mutu tinggi dan cara sangrai yang tepat mampu meningkatkan kapasitas produksi yang berkelanjutan,” pungkas Andik. (ve/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

PKM Politeknik Negeri Jember Latih Karang Taruna KOPDAR desa Kemuning Lor Membuat Disinfektan

– LAKUKAN DISINFEKSI DI RUMAH UNTUK CEGAH PENYEBARAN COVID-19 Berkaitan dengan pandemi COVID-19 di Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *