Home / OPINI / Soal Penebangan Pohon

Soal Penebangan Pohon

OLEH: SALIM UMAR

Penebangan pohon pohon tua yang berusia puluhan tahun di seputaran jalan Jawa Jember menambah catatan buruk Pemerintah Kabupaten Jember. Proyek trotoar yang dilaksanakan rekanan Pemkab Jember itu, menebang habis pohon-pohon  pelindung yang selama ini membuat indah dan  menyejukkan jalan di kawasan kampus tersebut.

Pemberitaan media mainstream maupun media sosial mengecam tindakan Pemkab Jember tersebut. DPRD pun geram dan mengutuk aksi tebang yang tak mengindahkan ruang terbuka hijau, desain tata ruang kota dan sebagainya. Jalan Jawa dikawasan tersebut yang dulu rindang dan sejuk kini kering dan panas.

Pemkab Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup menyangkal merekomendasi penebangan pohon pohon tua itu. Kepala DLH Arismaya Parahita mengakui, hanya menandatangani berita acara survey penebangan Pohon dan bukan merekomendasikannya. Seharusnya setelah survey ada rekomendasi apakah diteruskan atau tidak soal penebangan pohon itu.

Namun, pada surat berita acara yang beredar di medsos tertulis bahwa, ada 7 pohon yang akan ditebang. Anehnya diparagraf terakhir berita acara itu tertulis bahwa mereka bersepakat menebang 7 pohon tersebut. Walau judul surat itu berbunyi berita acara survey, namun paragraf terakhir bermakna mengijinkan untuk dilakukan penebangan. Namun semua itu tetap butuh kepastian hukum.

Masyarakat menyayangkan tindakan seenaknya yang dilakukan Pemkab Jember. Wabup Jember Muqit Arif menjelaskan, penebangan pohon ini memang tidak bisa dihindari karena berada tepat di tengah trotoar. Sehingga jika tidak ditebang, maka persoalan banjir genangan yang tiap musim penghujan terjadi di kawasan kampus tegal boto tidak akan bisa terselesaikan.

Wabup Muqit ternyata juga tidak mengetahui bahwa letak saluran air tidak berada di bawah trotoar, melainkan di belakang tembok Universitas Jember. Wabup Muqit kemudian meminta DLH dan DPU Bina Marga untuk melakukan kajian kembali, sehingga pembangunan saluran air dan trotoar tersebut tidak sampai menebang pohon.

Wabup Muqit berharap, persoalan ini tidak perlu diperpanjang kembali karena Pemkab Jember berencana akan melakukan penghijauan kembali di sepanjang Jalan Jawa tersebut.

Pepohonan itu ini sangat dibutuhkan, terutama untuk kota-kota yang berkembang, sebab sudah banyak lahan yang digunakan untuk bangunan dan jalan.

Pepohonan di sekitar kampus yang padat penduduknya akan sangat menolong orang disekitarnya meneduhkan jalan-jalan, maupun mengurangi pantulan cahaya jalan dari bangunan disekitarnya dan penyaring debu polusi udara yang dikeluarkan dari kendaraan-kendaraan, serta meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan dari suara kendaraan.

Sejatinya penebangan pohon harus hindari dan atau kalau terpaksa karena banyak mudhorotnya, harus dipikirkan matang mencari solusinya, bukan setelah ditebang baru cari alasan untuk membenarkannya.

Check Also

Politik Kotor vs Politik Takwa

Oleh: Sania Nabila Afifah Pesta demokrasi telah berlalu tetapi hiruk pikuk di tengah-tengah umat masih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *