Home / BERITA UTAMA / Soal Sumbangan, Sekolah Nilai Ada Miskomunikasi

Soal Sumbangan, Sekolah Nilai Ada Miskomunikasi

Jember- Kedatangan perwakilan wali murid tentang adanya sumbangan dari sekolah yang dinilai memberatkan wali murid. Pihak sekolah menilai, ini ada miskomunikasi.

Perihal itu disampaikan oleh Waka Kurikulum SMA 1 Kencong, Imam Wiswantoro kepada sejumlah wartawan yang menyampaikan ini ada miskomunikasi sebetulnya, antara wali murid yang mendapatkan informasi dari anak-anak atau darimana.

“Terkait dengan ketika mau melaksanakan ujian tengah semester, kalau tidak lunas atau tidak menyelesaikan administrasi tidak boleh ikut. Padahal tidak seperti itu,” kata Imam, Senin (24/9).

Menurutnya, siapapun mereka yang sekolah di SMA 1 Kencong secara administrasi lunas atau tidak, semua akan tetap diperkenankan.

“Orang tua yang hadir di sekolah itu hanya untuk mengklarifikasi, mencari informasi yang sebenarnya. Karena kami tidak hanya sebatas penyelesaian di administrasi saja, tetapi butuh komunikasi dengan orang tua,” tuturnya.

Dengan itu, pihak sekolah bisa menggali sedalam-dalamnya kebutuhan dan apa yang mereka miliki selama ini. Sehingga pihak sekolah bisa membantu dan anak-anak belajar dengan enjoy.

“Masalah sumbangan, itu ada sumbangan Rp.70 dan Rp.80 ribu, itu sudah selesai semuanya pada saat pertemuan dengan wali murid. Dan itu juga saya sampaikan kepada komite, lengkap dengan pembiayaannya. Kemudian komite mendiskusikan kepada wali murid, dan disitu disepakati,” ungkapnya.

Sedangkan untuk sumbangan investasi itu terkait dengan program dari sekolah, untuk membangun sarana dan pra sarana yang lebih baik lagi. Anggaran yang diterima sekolah dari direktorat ialah Rp.2 milyar, kemudian harus menambah, karena anggaran itu tidak cukup untuk pembiayaannya dan harus ada dana yanh harus disiapkan oleh sekolah.

“Dana itu juga kami sampaikan kepada komite, bahwa kami membutuhkan dana Rp.1,5 Milyar dan itu juga disampaikan kepada forum wali murid. Kesepakatannya terbentuk seperti itu, dan mungkin saja pada saat rapat, beliaunya yang tadi bertanya. Tidak hadir pada rapat komite saat itu, sehingga ada komunikasi terputus disitu,” ucap Imam.

Setiap kegiatan, pihaknya akan selalu mengevaluasi di akhir. Jika ada masyarakat yang merasa keberatan dengan programnya, pasti pihak sekolah akan bantu. Bahkan beberapa persen siswanya, juga mendapatkan bantuan. Dengan syarat, Itu dilakukan dengan observasi di rumahnya.”Sehingga kami melihat situasinya, kondisi orang tuanya, ekonominya seperti apa, bahkan akan kami bebaskan. Artinya kami ramah lingkungan, dan kami bebaskan dari sumbangan apapun,” katanya.

Tentang yang permasalahan ketua kelas, dia mengaku miskomunikasi saja. Ketua kelas itu untuk memberikan undangan kepada teman-temannya, dan memberikan informasi tentang pembayaran itu.

“Jadi tidak ada paksaan, bahwa ketua kelas harus menagih dan seterusnya, sama sekali tidak ada. Kedepan saya akan komunikasikan dengan anak-anak, agar tidak salah persepsi komunikasi dengan ketua kelas,” tegas Imam.

Kedepan, pihak guru akan mengedarkan sendiri dan memberikan informasi kepada anak-anak. Apapun persoalan dari anak-anak, atau persoalan dari wali murid bisa langsung ke humas sekolah. Dipastikan akan pihak sekolah jawab dan dipastikan ada solusi.

“Kami jamin, pasti ada solusi terbaik untuk wali murid dan anak-anak. Karena kami ingin, anak-anak kami tidak sukses,” pungkasnya.(sg)

Bagikan Ke:

Check Also

Jelang Pilkada, Petugas Pendopo Express Diminta Tetap Fokus Pelayanan pada Masyarakat

Jember- Jelang pilkada, petugas pendopo express diminta fokus memberikan pelayanan ke masyarakat, tidak menjadi tim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *