Home / EKONOMI DAN BISNIS / Teknologi Pengembangan Usaha Tempe Produk Lokal Karang Taruna ‘KOPDAR’ Desa Kemuning Lor Arjasa Jember

Teknologi Pengembangan Usaha Tempe Produk Lokal Karang Taruna ‘KOPDAR’ Desa Kemuning Lor Arjasa Jember

Jember- Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije) yang diketuai Ratih Ayuninghemi, S.ST, M.Kom dengan anggota Taufik Hidayat, SE, M.Si dan Andi Muhammad Ismail, S,ST, M.Si melaksanakan pengembangan teknologi pada usaha tempe produk lokal karang taruna ‘KOPDAR’ Desa Kemuning Lor Arjasa Jember.

Desa Kemuning Lor berada pada bagian utara Wilayah Kabupaten Jember yang merupakan daerah pertanian dikenal sebagai desa agraris, memiliki potensi alam yang cukup prospektif bagi pengembangan perekonomian wilayah di tingkat desa. Kondisi ekonomi desa sebagian besar bertumpu pada peran serta masyarkat dalam menggerakan roda perekonomian desa dengan melalui pemberdayaan usaha kreatif masyarakat. Upaya pemberdayaan ini diarahkan pada upaya menumbuhkembangkan dunia usaha khususnya yang berbasis potensi lokal.

Salah satunya adalah melalui kegiatan Karang Taruna “Kopdar” yang merupakan wadah bagi masyarakat Desa Kumining Lor dalam melakukan pemberdayaan untuk melakukan kegiatan produksi dalam meningkatkan ekonomi desa.

Ratih Ayuninghemi menjelaskan, salah satu bentuk usaha yang dilakukan Karang Taruna Desa Kemuning Lor Arjasa adalah dengan berwirausaha tempe, wirausaha tempe selama ini dikelola secara langsung oleh para pemuda masyarakat Desa Kemuning Lor dilaksanakan mulai tahun 2018. Usaha yang masih relative muda, dimana dalam proses produksinya dilakukan secara sederhana (tradisional) dan masih belum memasarkan secara luas produk tempe yang diproduksinya.

Ratih melanjutkan, dalam menjalankan usaha tempe ini Karang Taruna ‘Kopdar’ masih menggunakan alat-alat sederhana, manajemen usaha yang belum tertata dengan baik dan sistem pemasaran yang masih dilakukan disekitar Desa Kemuning Lor.

“Produk tempe yang dihasilkan sebenarnya mendapat sambutan yang baik bagi masyarakat disekitar Desa Kemuning Lor hal tersebut yang memotivasi Karang Taruna ‘Kopdar’ untuk berkeinginan mengembangkan usaha mandiri tempe yang telah dirintis selama 2 tahun, sehingga dapat menggerakkan usaha kreatif desa dan perekonomian desa akan semakin bergairah dan maju,” ujar Ratih Ayuninghemi.

Taufik Hidayat menerangkan, usaha tempe Karang Taruna ‘Kopdar’ dilakukan dalam skala home industri, penggunaan alat masih sangat sederhana dan hanya mengandalkan tenaga manusia menyebabkan kuantitas produksi tempe yang dihasilkan belum maksimal sehingga mengakibatkan kapasitas produksinya terbatas, hal ini merupakan kendala yang dihadapi dalam proses produksinya. berdasarka skala prioritas pelaksanaan kegiatan berfokus pada aspek produksi dan pemasaran.

“Hasil pelaksanaan pengabdian adalah mitra mampu menerapkan penggunaan alat pengupas kulit kedelai yang efektif dan aman bagi bahan baku tempe yang tidak terkendala oleh tenaga manual; dan dalam melakukan pemasaran mampu menggunakan saluran pemasaran efektif melalui media online (Ecommerce), serta juga membuat kemasan produk menarik,” kata Taufik.

Andi Muhammad Ismail mengungkapkan,
pelaksanaan kegiatan program pengabdian dilakukan melalui beberapa kegiatan penyuluhan penggunaan alat pengupas kulit kedelai sebagai bahan baku tempe dan Penggunaan alat dan pelatihan dan Demonstrasi saluran pemasaran online, monitoring dan evaluasi dampak paska kegiatan.

Realisasi penerapan kegiatan pengabdian PNBP melibatkan Karang Taruna ‘Kopdar’ yang diketuai oleh Moch. Ikbal Fathoni Ihsan sebagai mitra kegiatan, dimana pada setiap pelaksanaan kegiatan pengabdian mitra selalu berpartisipasi sebagai penyedia sarana dan prasarana sekaligus sebagai koordinator kegiatan penyuluhan maupun demonstrasi yang diikuti oleh beberapa orang peserta di sekitar tempat usaha mitra.

Bagikan Ke:

Check Also

Politeknik Negeri Jember Berikan Edukasi dan Sosialisasi Pencegahan Kuman kepada Karang Taruna Remaja Masjid

Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan kegiatan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada pengurus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *