Home / PENDIDIKAN / Terapkan Contactless Technology, Polije Tingkatkan Omzet UKM Rumahku Hidroponik Jember

Terapkan Contactless Technology, Polije Tingkatkan Omzet UKM Rumahku Hidroponik Jember

Jember- Pandemi covid-19 membawa permasalahan tersendiri bagi sektor bisnis, terutama bagi industri makanan segar. Tak terkecuali dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), termasuk UKM Rumahku Hirdoponik Jember yang mengalami penurunan penjualan, dan belum maksimalnya kualitas serta kapasitas produksi di era pandemic covid-19.

Hal itu membuat Politeknik Negeri Jember melakukan kegiatan penerapan teknologi melalui Program UKM Indonesia Bangkit yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN). Di dalam program tersebut terdapat 4 dosen Polije dari berbagai disiplin ilmu mencoba menerapkan aplikasi teknologi yang berbasiskan Contactless technology.

Syamsiar Kautsar, S.ST., M.T., ketua dari tim tersebut menjelaskan, ada beberapa permasalahan yang kerap dihadapi oleh Rumahku Hidroponik Jember. Diantaranya kurang terpantaunya kualitas dan produktivitas tanaman hidroponik. Kondisi ini memperlambat proses produksi dan menurunkan kualitas sayur hidroponik. Hal tersebut dapat dilihat dari tanda pada tanaman berupa daun dan batang yang berwarna kuning.

“Selain itu Rumahku Hidroponik Jember memiliki permasalahan lain di segi kapasitas produksi, dimana permintaan sayur hidroponik tergolong tinggi akan tetapi Rumahku Hidroponik Jember sendiri hanya mampu mensuplai kurang lebih 30an persen dari total keseluruhan yang dapat disuplai komunitas,” ujar Yudi pemilik UKM Rumahku Hidroponik Jember.

Rizza Wijaya S.TP., M.Sc., selaku anggota tim menjelaskan, bahwa tahapan dalam penerapan teknologi meliputi Pemberdayaan SDM dan pengembangan keterampilan Teknologi Smart Greenhouse Berbasis IoT. Pembuatan dan penerapan Teknologi Smart Greenhouse Berbasis IoT. Pelatihan, pendampingan dan transfer teknologi dalam penggunaan sistem informasi terintegrasi berbasis aplikasi Android dan aplikasi e-commerce. Pendampingan dan monitoring penerapan teknologi oleh mitra sebagai tindak lanjut keberlangsungan kegiatan.

Pada sisi pemasaran produk, mitra juga mengalami kendala terutama pada saat pandemi covid-19 seperti saat ini.

“Pemasarannya selama ini hanya mengandalkan cara pemasaran “getoktular” dan pemakaian media sosial yang belum maksimal,” tutur Aulia Brilliantina, S.TP., M.P selaku anggota tim.

Strategi pemasaran e-commerce adalah sebuah proses penyusunan komunikasi yang sebelumnya sudah disusun dengan beberapa kaedah dan bertujuan untuk memberikan informasi-informasi kepada seseorang mengenai produk barang yang sedang diiklankan di internet, dalam kaitan untuk memenuhi dari kebutuhan dan keinginan pengguna melalui online.

“Penerapan e-commerce diharapkan dapat meningkatkan jumlah pemasaran,” imbuhnya.

“UKM yang kami dampingi ini sangat terbantu dengan kegiatan ini. Mereka merasakan ada peningkatan keberdayaan secara ekonomi,” kata Refa Firgiyanto, S.P., M.Si.

Omzet juga mengalami trend peningkatan, yang sebelumnya pada awal-awal pandemi covid-19 sempat mengalami kemerosotan. Dengan tren peningkatan omset saat ini, dapat diprediksi omzet mitra tahun 2020 ini akan mengalami kenaikan sebesar 32,7 persen dibanding tahun 2019.

Bagikan Ke:

Check Also

Polije Gelar Pelatihan Manajerial, Pemasaran dan Pembuatan Masker Kain, Solusi Terhadap Tingginya Harga Masker

Jember – Kasus COVID-19 di Indonesia yang meningkat setiap hari, tak terkecuali di Kabupaten Jember …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *