Home / BERITA UTAMA / Tingkatkan Kreatifitas Santri, Polije beri Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram

Tingkatkan Kreatifitas Santri, Polije beri Pelatihan Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram

Pelatihan Jamur Tiram oleh Tim Pengabdian Polije

Jember- Perguruan tinggi merupakan pilar pendidikan yang memiliki visi dan misi untuk mencetak generasi yang unggul, kompeten, dan dinamis. Salah satu visi yang wajib dilaksanakan oleh suatu Perguruan tinggi ialah menerapkan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan sosialisasi budidaya dan pengolahan jamur tiram pada santri di Yayasan Wazirotul Kholili, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (07/18).

Tim pengabdian kepada masyarakat diketuai oleh Rudi Wardana S.Pd, M.Si dengan anggota Ir. Rr. Liliek Soelaksini, MP bersama mahasiswa program studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan ini ini merupakan wujud dari pengabdian kepada masyarakat.

Rudi Wardana menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh santiwan dan santriwati yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) berjumlah 23 Orang.

“Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian dan melatih untuk menjadi entrepreneur sehingga mampu menambah sumber pendapatan Yayasan,” papar Rudi Wardhana.

Rudi menerangkan, kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi pertemuan. Pertemuan pertama sosialisasi dan pelatihan teknik budidaya jamur tiram pada (07/07/2018). Sesi kedua adalah strategi pemasaran dan pengolahan jamur tiram sebagai produk olahan pangan yang banyak diminati oleh konsumen, salah satunya es krim pada (14/07/2018). Sedangkan, sesi ketiga merupakan evaluasi dan pembahasan mengenai kendala-kendala dalam budidaya dan pengolahan jamur tiram pada (05/08/2018).

Sementara itu, Liliek Soelaksini mengatakan, kegiatan ini dimulai dari pengenalan jamur tiram, pengembangbiakkan bibit, pembuatan media, perawatan, hingga kriteria panen. Liliek melanjutkan, jamur tiram merupakan salah satu jamur dari keluarga Basidiomycetes yang dapat dikonsumsi, bentuk menyerupai cangkang kerang, berwarna putih, dan memiliki kaya manfaat bagi kesehatan tubuh.

“Jamur tersebut juga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan apabila dikelola secara tepat, mengingat permintaan pasar yang semakin tinggi dan konsumsi masyarakat juga semakin meningkat,” kata Liliek.

Jamur tiram ini sudah dikenal masyarakat secara luas, memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, harga yang terjangkau, dan minat masyarakat juga semakin meningkat. Hal Ini membuka peluang untuk berwirausaha jamur tiram kedepan, imbuh Rudi, usai memberikan kegiatan sosialisasi dan pelatihan.

Setelah sosialisasi selesai, para santri diajak untuk langsung mempraktikan apa yang telah disampaikan yaitu pembuatan media baglog, sterilisasi media, hingga penanaman bibit kedalam baglog. Media yang digunakan terdiri dari campuran serbuk gergaji kayu sengon, bekatul, dedak jagung, dan kapur pertanian.

Media tersebut diaduk hingga merata dan ditambahkan air hingga kondisi media kalis (apabila dikepal tidak pecah). Kemudian, campuran media dimasukkan kedalam plastik tahan panas dan ditutup menggunakan kapas serta plastik.

“Setelah itu, media baglog disterilkan didalam tong yang telah berisi air mendidih. Sterilisasi ini berguna untuk membunuh kuman dan bakteri pada media baglog tersebut, supaya nanti tidak terjadi kontaminasi pada jamur tiram,” ujar Liliek.

Para santri sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka tidak hanya ingin mengetahui bagaimana membuat media, tetapi mereka juga ingin mencoba menanam bibit jamur kedalam baglog yang sudah disterilkan. Penanaman dilakukan dengan hati-hati, tidak boleh jauh dari lampu bunsen, dan tidak boleh banyak bicara karena nanti akan terjadi kontaminasi.

Hal yang menjadi inovasi adalah bahwa dalam kegiatan penanaman ruang yang digunakan bukan ruang laminar tetapi ruang terbuka yang dibatasi dengan kertas kardus. Selama kegiatan para santriwan dan santriwati mengaku senang mendapat pelatihan dari Politeknik Negeri Jember untuk mengajarkan bagaiamana budidaya jamur tiram ini.

Sementara itu, pada pertemuan selanjutnya (14/07/2018) para santri diajak untuk mengolah jamur tiram menjadi produk makanan yaitu es krim. Pembuatan es krim ini sangat mudah dan terjangkau dan bisa dikonsumsi oleh semua usia.

Davidi (21th) salah satu mahasiswa yang ikut membantu kegiatan sosial ini menuturkan, bahwa es krim jamur memiliki rasa yang lezat dan gizi seimbang, sehingga baik bagi kesehatan tubuh terutama untuk anak-anak. Komposisi yang digunakan juga mudah dan relative murah.

Liliek menerangkan, bahwa ini salah satu bentuk kreatifitas mahasiswa yang patut diapresiasi dan dia berharap bisa dikembangkan lebih baik lagi.

“Saya sangat mengapresiasi olahan pangan karya mahasiswa ini bisa menjadi nilai tambah bagi pendapatan masyarakat desa, dan saya berharap olahan ini bisa berkembang menjadi skala industri,” ucap Liliek.

Hal senada diutarakan oleh Kholili sebagai pembina Yayasan. Kholili mengatakan, bahwa para santri berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa berlanjut karena mampu meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas anak-anak.

Diakhir acara, Ketua Tim Pengabdian Rudi Wardhana berharap, kegiatan sosialisasi ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang terlibat dan mengarahkan produk inovasi berbahan dasar jamur tiram menjadi usaha yang prospektif kedepan.

“Inovasi pengolahan jamur tiram cukup sederhana dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Rudi.(jum/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Diawali Sungkem Orangtua, Salam – Ifan Daftar KPU Diantar Ribuan Massa

Jember- Walau sudah di imbau untuk tidak ikut mengantar Cabup dan Cawabup Salam – Ifan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *