Home / PENDIDIKAN / Tingkatkan Omset Penjualan Susu Sapi Rembangan, Polije Kembangkan Proses Produksi berbasis HPEF (Hight Pulse Electric Field) Dan Pendampingan Digital Marketing

Tingkatkan Omset Penjualan Susu Sapi Rembangan, Polije Kembangkan Proses Produksi berbasis HPEF (Hight Pulse Electric Field) Dan Pendampingan Digital Marketing

Jember- Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember merupakan salah satu Desa Wisata andalan, berada di lereng Gunung Argopuro. Komoditas andalannya adalah perkebunan kopi, buah naga, bunga krisan dan peternakan sapi perah. Salah satu UKM produsen susu sapi adalah UKM Susu Rembangan milik Arianti Fani Dwi Agus.

Tim pengabdian Polije yanng terdiri dari Feby Erawantini, S.KM., M.P.H., Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si., Azamataufiq Budiprasojo, ST., MT. dan Trismayanti Dwi Puspitasari, S.Kom., M.Cs. berusaha meningkatkan Omset Penjualan Susu Sapi Rembangan di masa Pandemi Covid-19 dengan pengembangan Proses Produksi Susu sapi berbasis HPEF (Hight Pulse Electric Field) Dan Pendampingan Digital Marketing.

Feby Erawantini menjelaskan, di masa pandemi COVID-19 tidak semua susu laku terjual sebab terjadi penurunan omset sebesar 60 persen. Susu merupakan bahan pangan bergizi tinggi namun sangat mudah rusak atau terkontaminasi. Upaya untuk mempertahankan kualitas susu sapi yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) pihak UKM melakukan cara pasteurisasi dengan cara memanaskan pada suhu 62oC selama 30 menit.

Budi Hariono menerangkan, cara ini menyebabkan komponen susu yang tidak tahan juga ikut rusak. Untuk mempertahankan agar susu tetap ASUH maka perlu dikembangkan metode pengawetan pangan non thermal (tanpa panas) dengan HPEF (High Pulse Electric Field).

“Beberapa Permasalahan mitra yaitu menurunnya omset penjualan, kedua, belum ada teknologi proses pengolahan susu sapi yang dapat mempertahankan susu tetap ASUH dengan teknologi HPEF, dan ketiga, pemasaran susu sapi masih berupa pemasaran langsung,” ujar Budi.

Solusi yang ditawarkan, lanjut Trismayanti, dengan mengimplementasikan aspek manajerial yaitu dengan peningkatan etos kerja, mendaftarkan merk dagang, mengurus ijin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jember.
Implementasi Aspek Teknologi Pemasaran/Distribusi melalui digital marketing dengan membuat website dan pemasaran dengan platform e-commerce.

Azamataufiq menuturkan, selain itu juga mengimplementasikan Aspek Peningkatan Kapasitas Teknologi (Proses Produksi) dengan teknologi proses berbasis HPEF sebagai sterlisasi pengawetan pangan non termal. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan omset penjualan dan menjaga kualitas susu tetap ASUH.

Pasca kegiatan program UKM Indonesia Bangkit diharapkan terjadi peningkatan omset 4 kali lipat dari sebelum kegiatan UKM Indonesia Bangkit. Metode untuk melaksanakan setiap tahapan program yaitu dengan kerja sama dan komitmen semua pihak sehingga tujuan program ini benar-benar dapat tercapai.

Bagikan Ke:

Check Also

Dosen Polije Kembangkan Aplikasi Berbasis Andorid Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

Jember- Di era pandemic covid-19, kegiatan posyandu untuk pemantauan tumbuh kembang anak di Kabupaten Jember …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *