Home / BERITA UTAMA / Tingkatkan Pendapatan Kelompok Ternak Tradisional, Polije Berikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Ternak

Tingkatkan Pendapatan Kelompok Ternak Tradisional, Polije Berikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Ternak

Peternak sapi dan kambing di Desa Kemuning Lor tergabung dalam kelompok ternak yang bernama Limusin Jagir. Kepemilikan ternak anggota kelompok cukup sedikit, yaitu antara 1-2 ekor sapi atau kambing sekitar 7-8 ekor untuk setiap anggota kelompok. Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha peternakan di Desa Kemuning Lor belum bisa dijadikan sebagai usaha utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap harinya. Untuk itu dalam pengabdian Polije Sumber dana PNBP ini, tim pengabdian berupaya memaksimalkan pendapatan peternak dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak untuk diolah menjadi pupuk organik, dan pemberian pengetahuan dan wawasan mengenai pengemasan dan pemasarannya, agar dapat diproduksi pupuk organik dengan kemasan yang baik, sehingga akan meningkatkan harga pupuk organik teraebut.

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Permentan, 2006). Transfer teknologi dalam pengolahan kotoran menjadi pupuk organik oleh tim Jurusan peternakan mempunyai kelebihan dari yang ada pada umumnya, antara lain: 1) waktu yang diperlukan lebih cepat, sehingga mempercepat dalam memperoleh pendapatan, yaitu cukup 21 sampai 28 hari dari umumnya yang membutuhkan waktu berbulan bulan (lebih 5 bulan). 2)Peternak memndapatkan wawasan dan ketrampilan pupuk organik yang menarik dan kuat, sehingga akan menunjukkan ciri khas desa.
Atas dasar tersebut diatas dan didukung keinginan yang cukup besar dari Kelompok ternak ‘Limusin Jagir’, maka untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan kegiatan pengabdian ini. Keberhasilan pengabdian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kemuning Lor, dan produksi pupuk organik kualitas pabrikan dapat menjadikan produk unggulan Desa Kemuning.

Tim pengabdian Polije dari Jurusan Peternakan diketuai oleh Dr. Ir. Suci Wulandari, M.Si., IPM dengan anggota Dr. Ir. Hariadi Subagja, S.PT., MP., IPM dan Dyah Laksito, S.Pt.,M.Si.yang turun langsung melakukan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini mengikutsertakan 2 mahasiswa Jurusan Peternakan, Program studi D3 Produksi Ternak semester terakhir.
Kegiatan yang telah dilaksanakan selama berlangsungnya pengabdian, meliputi penyuluhan dan pelatihan, serta pemberian bantuan peralatan pendukung.

Suci Wulandari menjelaskan, model kegiatan dengan cara memodifikasi penyuluhan, tidak hanya teori atau presentasi saja tetapi banyak dilakukan praktek dan demonstrasi. Metode ini lebih diterima masyarakat awam, dikarenakan anggota peternak yang diberi pembekalan materi tentang pupuk organik sambil melakukan praktek secara langsung, sehingga langsung dapat dimengerti. Adapun materi yang diberikan adalah
Pertanian Zero waste.

“Pelatihan dilakukan sebanyak dua kali. Pertama adalah penyuluhan dan praktek pembuatan pupuk organik. Pelatihan kedua adalah pemanenan pupuk, dan praktik pengemasan pupuk secara menarik. Diantara kegiatan peternak diberi tugas mandiri untuk mengaduk pupuk dan mendokumentasikan hasil yang diperoleh setiap minggunya,” ujar Suci.

Suci menambahkan, kegiatan dilakukan dengan menggunakan peralatan dan bahan dari pihak Politeknik Negeri Jember. Diawali dengan mencampur bahan-bahan yang diperlukan berupa kotoran ternak / feses sebanyak 200 kg, sekam 10 kg, kapur 5 kg. Bahan tersebut diaduk merata, kemudian dicampur dengan mikrobia yang telah diaktifkan dengan air tetes 2 persen selama sekitar satu jam, dan diaduk secara merata.

Hariadi Subagja mengungkapkan, mikrobia yang digunakan ada dua macam, yaitu produk pabrikan berupa EM4 dan buatan tim pengabdian. Setelah merata, ditutup dengan terpal. Setiap seminggu sekali anggota peternak diberi tugas untuk membuka terpal dan melakukan pengadukan. Setelah empat minggu pupuk organik yang telah jadi dilakukan pengayakan dan pengemasan.

“Pupuk yang dihasilkan cukup baik dengan ciri-ciri tekstur remah, warna coklat kehitaman, dingin dan tidak berbau. Pupuk organik yang dihasilkan disaring terlebih dahulu, kemudian dikemas dalam sak dan plastik dengan tampilan menarik dengan disablon,” kata Hariadi Subagja.

Hariadi menambahkan, kemasan sak dan plastik dipilih yang kuat dan ditutup dengan cara dijahit dengan mesin jahit untuk sak. Ukuran kemasan 5kg dan 25 kg. Pupuk organik disimpan ditempat yang teduh.

Selama kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini. Hal ini nampak dari peserta selalu mengikuti kegiatan sampai akhir, dan selalu terjadi diskusi dua arah. Bahkan pupuk yang dihasilkan, langsung diujicobakan ke beberapa tanaman. Kelompok ternak juga berencana selain akan digunakan sendiri, juga akan akan berwirausaha baru dengan berjualan pupuk hasil produksi sendiri, hal ini terbukti sebelum kegiatan pelatihan berakhir, kelompok ternak sudah mencari konsumen tetap, yaitu para penjual tanaman hias.

Anggota tim pengabdian Dyah Laksito menerangkan, pemberian bantuan peralatan pendukung berupa mesin jahit karung, peralatan pembuatan pupuk seperti sekop, terpal, dan sak kemasan yang telah di sablon dengan beberapa ukuran bahan untuk pembuat pupuk organik, seperti starter, tetes, sekam dan kapur.

“Pemberian bantuan bahan dan alat ini dimaksudkan untuk menstimulir kelompok ternak di Desa Kemuning dalam mengembangkan usahanya, agar dapat berhasil dan dapat meningkatkan pendapatan usahanya,” pungkas Dyah.

Kegiatan pengabdian sumber dana PNBP Tahun 2020 untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Kemuning Lor, Jember telah dilakukan dengan lancar dan sukses, hal ini ditunjukkan dengan nilai kemanfaatan bagi anggota kelompok ternak Limusin Jagir yang sangat membutuhkan pengolahan kotoran yang selama ini mencemari lingkungan dan solusi mengatasi permasalahan harga pupuk yang mahal.

Anggota kelompok juga sangat antusias dalam mengikuti setiap kegiatan hingga kegiatan selesai. Para perangkat desa juga memberikan support dengan hadir nya Bapak Kepala Desa dan Bapak Sekertaris desa pada kegiatan pengabdian ini. Ketua kelompok sangat optimis dengan pupuk organik yang dihasilkan, karena sudah banyak konsumen para penjual tanaman hias yang memesan produk pupuk organik tersebut.

Bagikan Ke:

Check Also

Manfaatkan Media Gamifikasi Online, Polije Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris

Situasi pandemi COVID-19 telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan kita. Hal yang paling mencolok adalah pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *