Home / BERITA UTAMA / Tingkatkan Produksi Padi, Polije Manfaatkan Sampah untuk Pupuk Organik Granul

Tingkatkan Produksi Padi, Polije Manfaatkan Sampah untuk Pupuk Organik Granul

Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk granul di desa Sumbersari Jember

Jember- Salah satu bentuk Tridharma perguruan tinggi adalah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Politeknik Negeri Jember (POLIJE) melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk granul di desa Sumbersari Jember.  Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani pelindu 2 dengan jumlah 20 Orang.

Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Damanhuri dengan Jumiatun sebagai anggota, serta melibatkan mahasiswa semester akhir sebagai latihan untuk terjun dimasyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap petani untuk dapat memanfaatkan sampah organik yang ada disekitarnya. Harapannya petani mampu membuat sampah menjadi pupuk organik sehingga mengurangi penggunaan pupuk kimia dan biaya untuk pemupukan lebih sedikit,” ujar Damanhuri.

Damanhuri menjelaskan, (30/09/18), Pupuk menjadi bahan produksi yang sangat penting, terkadang harga yang mahal dan tak jarang sulit juga didapat.

Melalui kegiatan ini, kata Damanhuri, petani dilatih untuk dapat membuat pupuk sendiri dengan memanfaat limbah organik. Limbah organik yang dimaksud adalah limbah rumah tangga, limbah hasil produksi pertanian, dll. Selama ini kita ketahui pupuk organik relatif lama penyerapannya (slow release),dan mudah terbawa oleh air pada saat hujan (leaching).

Sementara itu Jumiatun menambahkan, Polije mengenalkan proses pembuatan pupuk granul.

“Proses pembuatannya juga sederhana sampah organik yang sudah dicacah lembut cukup ditambahkan mikroorganisme penggurai (misal EM4) dan perekat alami (misal tetes tebu). Petani juga bisa menambahkan pupuk kimia yang mudah menguap atau terbawa air saat musim hujan tiba (misal urea),” kata Jumiatun.

Dalam pembuatan pupuk granul ini memiliki beberapa keunggulan yaitu lebih efisien dalam penggunaannya, menghemat penggunaan pupuk kimia, kata Zefri, salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam pembuatan pupuk.

Jumiatun menerangkan, Aplikasi ke tanaman padi juga relatif mudah, karena bentuknya granul. Bisa ditebar atau dibenamkan ke sawah sebelum pananaman padi, Bahan organik dapat mengikat air lebih banyak dan lebih lama serta Mampu meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air, sehingga ketersediaan air yang dibutuhkan oleh tanaman tercukupi.

Arif Poniran (48 th) sebagai ketua kelompok tani Pelindu 2 berharap, kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa berlanjut karena mampu meningkatkan pengetahuan dan kreativitas masyarakat untuk memanfaatkan limbah organic menjadi pupuk. Sehingga petani tidak tergantung dengan pupuk dipasaran.

Ketua tim pengabdian, Damanhuri berharap kegiatan ini bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh petani. Pembuatan pupuk granul dengan bahan limbah organik ini selain dapat digunakan oleh petani itu sendiri juga dapat dikembangkan bisnis sehingga menambah pendapatan petani. (jum/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Lawan Covid-19, Universitas Jember Bagi-Bagi Masker

Jember – Rektor Universitas Jember Iwan Taruna, bersama Pusat Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *