Home / BERITA UTAMA / Waspada, Tiga Kecamatan di Jember  Berpotensi Banjir Bandang

Waspada, Tiga Kecamatan di Jember  Berpotensi Banjir Bandang

Kepala BPBD Jember Widi Prasetyo

Jember-  Bencana banjir bandang telah menghajar Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Sejumlah wilayah di Kabupaten Jember yang berada di lereng selatan Gunung Raung pun juga berpotensi terjadi bencana banjir bandang tersebut.

Kepala BPBD Jember Widi Prasetyo mengatakan, saat ini pihaknya memonitor dari perkembangan prakiraan cuaca yang berasal dari BMKG jam-perjam.

“Melihat potensi  hujan yang terjadi di wilayah Jember, daerah Kecamatan Silo, Kecamatan Mayang dan Ledokombo utamanya  yang berada di daerah aliran sungai (DAS) sungai Mayang atau sungai gileh, karena hulu sungai tersebut berada di lereng selatan gunung raung sehingga kita monitor setiap saat, jika terjadi perubahan warna air sungai dan kenaikan akan kita monitor dari camat dan kemudian akan kita teruskan kepada pihak desa yang berada di sepanjang sungai tersebut,” kata Widi.

Terjadinya peningkatan curah hujan yang terjadi di wilayah timur Jawa Timur ini, menurut Widi akibat anomali cuaca. Pasalnya saat ini seharusnya adalah musim kemarau namun karena adanya pengaruh siklon Pasifik hujan terjadi.

“Akibat dari anomali cuaca yang terjadi di samudra pasifik  hingga tiga hari kedepan, jawa timur berpontensi menerima curah hujan yang lebat disertai petir. Dari situlah kita update informasi ini dalam rangka kesiapsiagaan di Kabupaten Jember,” jelasnya.

Walaupun saat ini musim kemarau akibat perubahan iklim yang mendadak ini, Widi tetap meyiagakan TRC BPBD relawan ditempat masing-masing.

“Kami (BPBD Jember, red) tetap memonitor kabupaten tetangga terutama di Banyuwangi karena kita berbatasan dengan banyuwangi seperti di Kecamatan Silo, Mayang, Ledokombo hingga ke hilir yang berada di aliran sungai  Mayang berhulu di lereng  Gunung Raung, “ terang Widi.

Berdasarkan laporan dan pengamatan petugas BPBD Jember, saat ini terjadi peningkatan debit air dan perubahan warna di sungai Mayang atau sungai Gileh.

“Berdasarkan laporan terbaru dari Camat Mayang, terjadi perubahan warna dan peningkatan debit air di sungai Mayang walaupun sedikit. Walau di wilayah tersebut tidak hujan namun jika wilayah gunung Raung hujan, maka wilayah yang berada di aliran sungai akan terdampak,” kata Widi.

Meski berpontensi terjadi bencana seperti di Banyuwangi, namun Widi berpesan kepada masyarakat yang berada dialiran sungai Mayang tidak panik.

“Kesiapsiagaan itu penting namun demikian masyarakat dimohon tidak panik dan tetap waspada,” pungkasnya. (cris/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Diawali Sungkem Orangtua, Salam – Ifan Daftar KPU Diantar Ribuan Massa

Jember- Walau sudah di imbau untuk tidak ikut mengantar Cabup dan Cawabup Salam – Ifan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *