Home / BERITA UTAMA / Waspadai Penyakit Menular pada Bayi dan Balita

Waspadai Penyakit Menular pada Bayi dan Balita

Tim Pengabdian Polije Gelar Pelatihan

Jember – Sejak awal bulan Juli hingga Agustus Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali menggelar program pengabdian kepada masyarakat yang sumberdananya berasal dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Polije dengan tema peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) guru untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan bayi dan balita sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular pada tempat penitipan anak (TPA) Yaa Bunayya Jember.

Menurut Faiqatul Hikmah, SKM, Mkes ketua tim penyelenggara, Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah di Jawa Timur dengan jumlah kejadian penularan diare tertinggi kedua di bawah Kota Surabaya.

“Kasus diare di Kabupaten Jember tahun 2016 sejumlah 59.824 dari target penemuan kasus sebesar 65.313 orang dan mayoritas diderita oleh balita,” ungkapnya.

Salahsatu faktor penyebabnya, menurutnya ialah adanya tuntutan ekonomi yang menyebabkan para ibu juga turut bekerja. Kondisi ini menyebabkan orang tua tidak dapat mengasuh anak-anaknya selama jam kerja, sehingga anak-anak tersebut dititipkan ke Tempat Penitipan Anak (TPA).

“Berdasarkan studi pendahuluan kepada beberapa orang tua bayi dan balita TPA Yaa Bunayya, diperoleh informasi bahwa bayi dan balita rentan sakit diare dan batuk yang ditularkan oleh bayi maupun balita yang lain,” terangnya, kemarin.

Lanjut perempuan berhijab ini, kebiasaan tinggal dan bermain bersama dalam waktu yang lama akan menyebabkan terjadinya penularan penyakit menular dengan mudah.

Sementara menurut Gamasiano Alfiansyah, S.KM.,M.Kes, anggota tim penyelenggara lainnya, pihaknya menyediakan buku saku perawatan kesehatan dan keselamatan bayi dan balita yang berisi; tata cara mengidentifikasi faktor risiko masalah kesehatan bayi dan balita, tanda dan gejala penyakit yang sering diderita bayi dan balita.

“Ada juga tata cara penanganan terhadap penyakit-penyakit yang sering diderita bayi dan balita, pencegahan penyakit menular pada bayi dan balita dan tata cara menjaga kebugaran bayi dan balita,” jelasnya.

Lanjut Gamasiano Alfiansyah, kegiatan pelatihan merupakan bagian dari investasi SDM (human investment) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai. Kegiatan pelatihan yang akan dilakukan meliputi; pelatihan manajemen penanganan demam dan diare dalam mencegah penularan penyakit menular, peningkatan komunikasi, informasi, danedukasi (KIE) dalam manajemen Air Susu Ibu Perah (ASIP).

Selanjutnya ada pelatihan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan bayi dan balita melalui pengelolaan MP-ASI. Meningkatkan kebugaran bayi dan balita melalui SPA untuk melatih kemampuan motorik bayi, peningkatan edukasi dalam mengidentifikasi faktor risiko masalah kesehatan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan bayi dan balita.

“Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian di bidang perawatan kesehatan dan keselamatan bayi dan balita sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien,” terangnya.

Selain itu juga untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah kesehatan dan keselamatan bayi dan balita yang sering dihadapi, meningkatkan kesehatan dan keselamatan bayi dan balita dari masalah-masalah kesehatan, dan melatih dan melakukan pendampingan terhadap pengasuh.

“Selama pelatihan pendampingan merupakan suatu interaksi yang dinamis antara pengasuh atau ustadzah dengan fasilitator dari Politeknik Negeri Jember untuk secara bersama-sama menghadapi berbagai masalah kesehatan pada bayi dan balita,” imbuh Ervina Rachmawati, SST, MPH, anggota tim lainnya.(ami/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Usai Berjualan, Truck Steak Bagikan Steak Gratis untuk Warga Jember

JEMBER – Minggu siang (11/10/2020) halaman KPRI UNEJ ramai dikunjungi warga. Ternyata ada kegiatan bagi-bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *