Home / BERITA UTAMA / Wirausaha Dipersulit, HIPMI: Birokrasi Pemkab Jember Ruwet

Wirausaha Dipersulit, HIPMI: Birokrasi Pemkab Jember Ruwet

Jember – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Jember turun langsung mendampingi Yoga Satria, anggota HIPMI PT yang dipersulit ijin kegiatan usahanya. Hipmi menyesalkan berbelitnya birokrasi Mahasiswa Unej yang memiliki usaha warung kopi di sekitaran kampus Unej itu. Warungnya disegel satpol PP dengan alasan tak memiliki IMB.

Ketua HIPMI Jember Agusta Jaka Purwana mengatakan, pemerintah seharusnya membantu calon pengusaha muda yang akan merintis sebuah usaha, bukan malah mempersulit apalagi menghambat pengurusan semua izin usaha yang ada.

“Apa yang dialami oleh mas Yoga ini, patut menjadi perhatian. Karena harusnya dari pihak pemerintah kabupaten, dapatnya memberikan dukungan penuh, apalagi mengurus IMBnya tersebut. Kebetulan saya mengawal, ini malah dipingpong, dari kecamatan ke satpol PP, Birokrasi Pemkab Jember ruwet,” kata Agusta saat pendampingan, Senin siang (3/8).

Agusta mengakui adanya kesalahan Yoga  yang tidak mengurus semua izin saat awal memulai usahanya tersebut sehingga disegel.

“Namun setelah kami beri arahan dan bimbingan, Yoga kemudian mengurus dan taat aturan, yang ada justru malah kemudian muncul kendala pengurusan IMB nya. Kesan yang timbul, ada pihak yang mempersulit proses penerbitan IMB,” sesalnya.

“Sehingga karena kendala ini, kita bantu juga untuk melaporkan ke inspektorat. Karena ini kasus ASN. Namun tetap kita melewati aturan yang benar. Wong Yoga ini tidak jual miras, atau prostitusi hanya jual kopi kok malah dipersulit,“ lanjut Agusta.

“Jangan sampai anak-anak mahasiswa ini yang mempunyai jiwa wirausaha dipersulit, karena mereka ini niat baik untuk menjadi lebih baik, membuka lapangan kerja baru dengan wirausaha yang dilakukan,” terangnya.

Agusta juga berharap, agar Pemkab Jember memberikan perhatian baik, agar lebih memfasilitasi yang baik dan aturan yang benar.

“Mungkin bisa lewat regulasi yang baik, dan disosialisasikan dengan baik. Bahkan kami dari HIPMI, juga siap memberikan wawasan wirausaha yang baik bagi mahasiswa seperti Yoga ini untuk mendirikan usaha yang benar, sesuai regulasi yang ada,” ujar Agusta.

“Jangan sampai terjadi lagi Yoga-Yoga lain. Meskipun awalnya salah, mbok ya dibimbing dan dipermudah, jangan sampai dihambat,” pungkasnya. (ri/sal)

Bagikan Ke:

Check Also

Kajian LIPI Desak Libatkan Koperasi Secara Sentral Dalam PEN dan Urgensi Penjaminan Simpanan Koperasi

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada koperasi memang saat ini masih diperjuangkan, dan memang butuh beberapa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *